Perkuat Ketahanan Pangan, BRMP Unggas Kunjungi Purwakarta Pastikan Pompa Air Tersalurkan
Sebagai langkah nyata dalam mempercepat Luas Tambah Tanam (LTT) dan meningkatkan produktivitas pertanian, BRMP Unggas selaku Penanggung Jawab (PJ) LTT Kabupaten Purwakarta melakukan koordinasi strategis bersama Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta pada Senin (15/6/2026). Pertemuan ini sekaligus mematangkan rencana Rapat Koordinasi (Rakor) LTT yang akan digelar Selasa mendatang di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta tersebut, tim PJ LTT diterima langsung oleh Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, serta Kepala Bidang Sumber Daya Pertanian beserta jajaran. Agenda utama pertemuan ini diisi dengan penyerahan bantuan 77 unit pompa air, yang terdiri dari ukuran 3 inci dan 6 inci, untuk mendukung operasional pertanian di 14 kecamatan.
* Evaluasi Capaian dan Kendala Administratif
Diskusi mendalam turut menyoroti capaian LTT yang saat ini masih berada di zona kuning. Hal ini disebabkan oleh target yang dinilai cukup tinggi, serta adanya kompleksitas pola tanam cepat dalam satu bulan yang sama dan metode penghitungan lahan standing crop. Selain itu, ditemukan kendala sinkronisasi pelaporan data antara sistem *e-pusluh* dan internal dinas.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian didorong untuk segera merampungkan matriks kebutuhan lapangan, yang mencakup ketersediaan air, alsin, pompa, hingga kebutuhan dukungan operasional seperti BBM dan listrik.
* Peninjauan Lapangan dan Tantangan Air
Usai koordinasi dengan dinas, tim PJ LTT BRMP Unggas bersama dinas langsung meninjau lokasi rencana irigasi sumur bor di Desa Sindangsari, Kecamatan Plered. Wilayah lain yang juga menjadi fokus adalah Desa Citeko dan Desa Rawasari. Diketahui, untuk program tahun 2026, direncanakan pemasangan 14 unit pompa irigasi (irpom) yang bersumber dari Kementerian Pertanian.
Ketua Poktan Mekar Harapan, Desa Citeko, Ahmad Gunyani, menyampaikan kendala mendasar yang dialami petani. "Debit air sudah berkurang, dan banyak saluran irigasi yang terputus atau bocor. Air yang biasanya mengalir ke Purwakarta kini beralih ke Bandung Barat karena perubahan saluran," ungkapnya.
Para petani di lapangan sangat mengharapkan penambahan bantuan irpom agar dapat mengairi lahan seluas 15 hingga 20 hektare per unit.
* Solusi Strategis
PJ LTT menegaskan bahwa tahun ini pihaknya menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel, salah satunya dengan pembangunan sumur bor melalui bantuan pemetaan geolistrik di area yang sulit sumber air permukaan. Sementara itu, untuk saluran irigasi besar yang mengalami peralihan di Cisomang. pihak dinas diarahkan untuk menjadikan saluran sekunder sebagai opsi alternatif.
"Percepatan realisasi irpom menjadi kunci. Kami akan terus memantau situasi di lapangan agar kendala teknis dan keterbatasan sumber air, khususnya di kecamatan yang sulit ditemukan sumber airnya, dapat segera tertangani," tutup perwakilan tim PJ LTT.